7 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Pendidikan di Finlandia, Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia!

Finlandia merupakan salah satu negara di bagian Eropa Utara yang berbatasan langsung dengan Swedia dan Norwegia. Negara satu ini sangat terkenal di kalangan pendidik dan juga pemburu beasiswa. Tidak hanya memiliki alam yang indah, tetapi Finlandia juga memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Jika saat ini anak-anak Indonesia masih saja terjerat beberapa masalah kenakalan remaja, maka hal ini tidak akan kita temui di Finlandia. Uniknya lagi, Finlandia hanya menerapkan lima jam untuk belajar dalam sehari dan tidak ada ujian nasional. Tetapi Finlandia mampu mencetak generasi-generasi terbaik di negaranya.  Bahkan tanpa pekerjaan rumah (PR) atau pun rangking di kelas nyatanya Finlandia bisa memiliki generasi emas yang pintar. Penasaran dengan sistem pendidikan di negara satu ini? Berikut 7 hal yang harus kamu ketahui tentang pendidikan di Finlandia, negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

  1. Sekolah Negeri Bebas Biaya Sekolah

Saat ini bagi kita yang belajar di Indonesia kita tentu sudah tidak asing dengan urusan bayar membayar. Apalagi ketika tiba tanggal sepuluh, saat dimana jatuh tempo untuk pembayaran sekolah yang terkadang membuat kita ikutan pusing. Di Finlandia hal ini tidak berlaku, sekolah disini gratis tanpa dipungut biaya bagi siswa yang memilih belajar di sekolah negeri. Bahkan jika siswa lebih memilih untuk belajar di sekolah swasta, maka biaya pendidikan juga sangat terjangkau, dan sekolah swasta hanya terdapat beberapa saja dan itu pun biasanya berdiri atas nama sekolah agama.

Bagi sistem pendidikan di Finlandia, semua sekolah sama bagusnya dari berbagai kualitas dan teknologi penunjang. Tidak ada cerita orang tua akan pusing untuk memilih sekolah mana yang bagus atau sekolah mana yang menjadi favorit. Tidak hanya itu, di setiap sekolah juga disediakan makan siang gratis bagi semua siswa. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan siswa yang sedang belajar. Selain nutrisi yang tercukupi, pelajaran yang disampaikan oleh guru pun akan terserap dengan baik karena perut kenyang. Finlandia membangun sekolah berdasarkan prinsip kesetaraan, artinya seluruh sekolah memiliki kualitas yang sama. Bahkan fasilitas pendukung belajar juga disediakan seperti angkutan sekolah gratis serta biaya kesehatan gratis.

  1. Semua Guru di Finlandia Memiliki Gaji Tinggi dan Bergelar Master

Mengingat guru pasti tidak sedikit yang berfikiran bahwa guru memiliki gaji yang sedikit jika dibandingkan dengan pekerja kantoran meskipun sama-sama memiliki gelar sarjana, hal ini memang benar adanya di Indonesia. Tetapi di Finlandia hal ini tidak berlaku. Semua guru di Finlandia memiliki kualitas terbaik. Bahkan pemerintah juga memberikan biaya untuk guru di Finlandia meraih gelar masternya. Profesi guru di Finlandia menjadi salah satu profesi yang bergengsi. Bahkan gaji yang diberikan oleh pemerintah Finlandia pun dua kali lipat dari gaji guru di Amerika Serikat, baik guru SD atau SMA. Mereka sama-sama memiliki gaji yang tinggi. Pemerintah Finlandia sangat menyadari bahwa guru memiliki pengaruh besar untuk meningkatkan pendidikan suatu negara serta menjadi penentu mutu generasi penerus bangsa.

  1. Ujian Nasional Tidak Penting

Ujian nasional memang menjadi salah satu momok yang menakutkan untuk sebagian besar siswa. Apalagi ketika siswa harus gagal dalam menjalankan ujian nasional, hal ini seperti menjadi aib tersendiri bagi keluarga. Apa yang dirasakan oleh siswa di Indonesia, tidak dirasakan oleh siswa Finlandia. Pasalnya disana ujian nasional tidak penting karena guru dianggap sosok yang paling mengetahui bagaimana cara mengevaluasi siswanya. Tentu saja, guru memiliki mutu dan kredibilitas yang tidak diragukan lagi. Pemerintah Finlandia juga menyakini bahwa guru merupakan sosok yang paling mengerti kurikulum dan juga mereka yang paling mengetahui kurikulum apa yang paling sesuai untuk siswanya, sistem pendidikan di Finlandia ini memang sangat berbeda jika dibandingkan dengan negara lain. Tetapi disinilah Finlandia menjadi lebih unggul.

  1. Anak-Anak Bersekolah Setelah Usia 7 Tahun

Persiapan mental yang matang menjadi salah satu alasan mengapa anak-anak di Finlandia baru boeh bersekolah saat usianya 7 tahun. Pemerintah Finlandia menyakini bahwa anak-anak dengan usia 7 tahun seharusnya bermain sambil belajar, mereka bisa menemukan jawaban sendiri dan juga berimajinasi. Pada usia dini inilah saat dimana anak-anak harus lebih banyak bersosialisasi dengan teman-teman sebaya, bukan malah sibuk dengan belajar berhitung atau membaca. Bahkan penilaian tugas baru akan diberikan ketika siswa sudah duduk dibangku kelas 4 SD.

Di Finlandia mesikipun siswa sudah duduk dibangku SMA, metode pembelajaran interaktif masih menjadi salah satu cara belajar yang mendominasi. Meskipun terlihat telat untuk memulai proses belajar, nyatanya siswa-siswa di Finlandia mampu unggul dalam tes PISA (internasional Programme for International Student Assessment). Tes PISA sendiri merupakan sebuah tes yang ditujukan untuk mengetahui kemampuan dan ketrampilan pelajar saat umur 15 tahun. Tentu saja hal ini membuktikan bahwa sistem pendidikan di Finlandia sangat efektif.

  1. Belajar 45 Menit dan 15 Menit Istirahat

Cara belajar ala Finlandia ini memang cukup singkat dan efektif. Pemerintah Finlandia menyakini bahwa kemampuan terbaik siswa dalam menyerap materi yang diajarkan hanya 45 menit. Dan hal inilah yang diterapkan oleh pemerintah. Setelah belajar 45 menit maka siswa berhak mendapatkan istirahat selama 15 menit. Dengan begitu maka siswa akan menjadi lebih produktif dan juga tidak tertekan.

  1. Siswa SD – SMP Belajar 4-5 Jam/hari

Selain memiliki jam istirahat yang cukup lama, siswa di Finldia juga memiliki jam belajar yang lebih singkat. Yaitu hanya4-5 jam per harinya untuk siswa yang duduk di bangku sekolah dasar. Dengan memiliki jam belajar yang pendek, uniknya siswa-siswa di Finlandia menjadi lebih produktif. Sementara untuk siswa yang duduk di bangku SMA mereka memiliki sistem belajar seperti mahasiswa dan mereka hanya akan datang saat ada jadwal belajar. Jadi mereka akan datang bukan karena merasa terpaksa tetapi mereka datang karena itu pilihan mereka. Bahkan guru-guru di kelas pun membantu para siswa untuk menentukan target atau kegiatan pembelajaran yang akan mereka lakukan dikelas. Dengan begitu siswa akan merasa siap dan tidak sabar untuk segera memulai proyek mereka sendiri.

  1. Tidak Ada Sistem Ranking

Finlandia percaya bahwa semua siswa itu pintar, mereka memiliki kepintaran masing-masing sesuai dengan bidangnya. Hal ini dilakukan pemerintah Finlandia dengan meniadakan sistem ranking. Sistem ranking hanyalah sebuah kompetisi untuk menghasilkan kelompok siswa pandai dan kelompok siswa pintar. Dan juga di Finlandia tidak ditemukan program akselerasi. Dengan begitu pemerintah Finlandia berharap bahwa semua siswa menjadi pintar dan strategi ini pun berhasil membuktikan bahwa Finlandia menjadi negara dengan sistem pembelajaran terbaik didunia.

 

Penyakit Masyarakat Menghambat Kemajuan Pembangunan

Penyakit masyarakat di era gelobalisasi ini cenderung meningkat akibat perkembangan teknologi yang sangat pesat. Manusia merupakan makhluk sosial yang cenderung bersikap dinamis. Hal ini membuat masyarakat ingin selalu menggetahui sesuatu yang baru. Jika ada tren yang sedang viral, masyarakat cenderung ikut-ikutan tanpa melihat apakah dampak itu baik atau benar. Inilah peyakit masyarakat yang harus diperhatikan. Meskipun hal ini sepertinya kecil, namun tidak boleh disepelekan karena akan berdampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat.

Munculnya media baru yang cepat untuk digunakan menjadi kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi. Namun, hal ini menimbulkan dampak positif maupun negatif apabila kurang cermat menerima media baru. Dampak positifnya masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan dalam hal bersosialisasi masyarakat bisa menemukan teman lama di media sosia serta media baru juga digunakan sebagai bisnis online yang menguntungkan.

penyakit masyarakat

Naasnya jika kurang cermat memilah media baru akan berdampak negatif yang bisa menjadi penyakit masyarakat bila tidak menggunakan media sosial dengan bijak, di antaranya budaya saling bully di media sosial sekarang merajalela, mengakses situs-situs negatif sangat mudah, media sosial juga menjadi wadah membuat perpecahan antar ras, suku, agama, dan golongan karena saling sindir ujaran kebencian, sangat mudah untuk menyebarkan berita hoax, yang lebih mengerikan media sosial kini telah banyak digunakan untuk menyebarkan konten-konten pornografi dan kekerasaan. Akibatnya timbul perpecahan dan gesekan emosi sosial pada generasi penerus bangsa yang akan menjadi penyakit masyarakat.

Hal ini harus dicegah sejak dini karena akan mengakibatkan penyakit masyarakat yang menjamur. Peran pemerintah sangat penting dalam menanamkan pendidikan tentang pentingnya menyaring perkembangan teknologi dan media baru. Selain itu, pemerintah harus tegas dalam menerapkan hukuman atau sangsi kepada masyarakat yang melanggar undang-undang ITE. Pemerintah juga harus memberikan kebijakan dalam menanggulanggi konten-konten negatif. Jangan sampai masyarakat dimanfaatkan oleh teknologi bukan memanfaatkan teknologi dengan baik. Untuk itu agar terhindar dari penyakit masyarakat jadilah generasi yang cerdas.

Media Sosial Jadi Saksi Makin Lebarnya Kesenjangan Ekonomi Di Indonesia

Belakangan ini sering kita lihat baik di media sosial atau media massa lain, orang dengan bangganya mempertontonkan kelebihannya dalam hal ekonomi dengan bangganya. Contoh kasusnya adalah berita baru-baru ini yang dibuat oleh salah satu Pengacara terkenal yang memposting uang dalam jumlah yang banyak di dalam sebuah mobil. Uang ini menurut pengakuannya bisa didapatkan dengan hanya bekerja selama satu hari saja, menakjubkan bukan? Bagi sebagian orang hal ini tentunya membanggakan, namun di sisi lain banyak juga yang mencemooh perilaku ini.

media sosial

Perilaku ini memperlihatkan lebarnya jarang kesenjangan ekonomi pada masyarakat kita. Ada orang yang mampu menghasilkan ratusan juta hanya dalam beberapa jam saja, di lain sisi banyak juga orang yang harus membanting tulang seharian penuh hanya demi beberapa puluh ribu rupiah saja untuk menafkahi keluarga.

Menurut data statistik yang dikeluarkan oleh pemerintah, memang pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang terbaik di Asia Tenggara. Namun hal ini tidak tercermin langsung di masyarakat, buktinya lemahnya daya beli karena inflasi pada kelas ekonomi ke bawah yang kian hari kian menunjukkan hal yang bertolak belakang dengan data di atas. Memang hal ini kontras terlihat, tapi itulah kenyataan yang terjadi. Diperlukan sebuah penyelesaian yang mendasar agar jurang kesenjangan ekonomi ini perlahan mulai dikurangi lebarnya. Tingkat kriminalitas yang meningkat tajam, anak-anak yang putuh sekolah, jumlah pengangguran yang meningkat merupakan cerminan dari kesenjangan ekonomi dari sebuah negara. Pemerintah dalam hal ini harus cepat menyingkapi permasalahan yang sedang terjadi ini sebab bila dibiarkan akan menimbulkan dampak yang negatif di masyarakat.

Pentingnya Pendidikan Dengan Fasilitas Lengkap

Wajib belajar adalah progam yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Nasional. Sesuai dengan UUD45 pasal 31 ayat 1 yang berisi tentang : tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan wajib belajar selama 12 tahun. Mencakup sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) , dan sekolah menengah atas/kejuruan (sma/k), semua itu gratis dibiayai oleh pemerintah, agar mendapatkan generasi bangsa yang lebih baik dan bisa membangun bangsa agar maju dan bersaing dengan negara-negara maju lainnya.

Tapi tidak dipungkiri masih banyak masyarakat didaerah perdalaman yang masih belum menerima fasilitas pendidikan yang baik, seperti seragam, tas , buku dan lain sebagainya. Maka dari itu pemerintah sekaarang menyelenggarakan program kartu untuk pendidikan Indonesia yang dapat di tukarkan dengan uang atau atribut sekolah lainnya.

Orang tua saat ini tidak perlu khawatir lagi dengan biaya sekolah, karna pendidikan sedini mungkin dapat membuat anak paham akan mengetauan dasar dan bisa melanjutkan ke jenjang berikunya.

Sekarang ini setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi cerdas , maka dari itu sekarang banyak orang tua belomba-lomba agar anaknya masuk di sekolah terakreditasi A, dan bukan hanya itu bahkan beberapa orang tua mendaftarkan anak anak mereka pada bimbingan belajar, mengikuti les kemampuan khusus , seperti music, ballet, Bahasa asing dan lainnya, semua itu bertujuan untuk memudahkan anak berinteraksi bukan hanya diingkungan sekolah tapi juga diluar dan terbiasa untuk melakukan komunikasi terhadap orang banyak.

Dilingkungan sekolah sendiri banyak fasilitas yang dapat di nikmati oleh anak anak , seperti di taman kanak kanak banyak mainan yang dapat membantu anak bermain dan belajar hal baru dengan teman-temannya, di Sekolah dasar sekarang ini sudah banyak perpustakaan  dan lab.komputer, itu semua bertujuan agar anak mempunyai wawasan yang luas terhadap teknologi sedini mungkin, di Sekolah Mengah Pertama terdapat ruang seni, lab.komputer, ruang menjahit, lab.sains dan banyak ruangan lain yang apat dinikmati oleh anak anak secara gratis, di Sekolah Menengah Atas/Kejuruan tidak dipungkiri lagi bahwa ini jenjang wajib belajar terakhir , pastinya lebih banyak lab dan ruangan lainnya yang dapat dinikmati secara gratis, untuk SMK sendiri kita masih mengeluarkan biaya untuk praktek tapi itu semua masih bisa dibayar karna tidak terlalu mahal.

MENGAPA PENDIDIKAN SANGAT PENTING? Karna:

  • Pendidikan sebagai pembentuk karakter

Sadar atau tidak pendidikan sebagai pembentuk karakter yang baik, karna disitu anak-anak menjadi lebih atif dan dapan berinteraksi dengan baik, mempunyai sopan santun terhadap orang yang lebih tua, dan melakukan hal baik lainnya, maka dari itu sekolah merupakan pembentuk karakter yang paling baik di lingkungan.

  • Pengetahuan

Banyak anak yang dinilai kepintarannya dengan seberapa banyak pengetahuan yang dia miliki, maka dari itu semakin banyak pengetahuan yang dimiliki semakin bisa juga sang anak menyelesaikan masalah, contoh : ketika ada dua orang siswa yang satu bisa matematika dan yang satu lagi tidak  , siswa yang bisa pasti akan membantu temannya untuk menyelesaikan masalah.

  • Jenjang karir

Pada saat ini masalah yang dihadapi adalah susahnya mencari kerja, setiap perusahaan pastinya mencari orang yang dapat bekerja dengan baik, bukan hanya itu saja tetapi tidak sedikit pula perusahaan yang melihat dari seberapa tinggi jenjang pendidikan yang ia jalani. Ada pepatah mengatakan : cari lah ilmu hingga ke negeri cina , kata kata itu yang harus kita tanam dari diri kita, bahwa pendidikan itu penting dan kita harus sering mencari ilmu.

  • Tidak mudah tertipu atau ekploitasi

Jaman sekarang banyak kejahatan yang mengincar orang-orang yang kurang berpendidikan dengan cara diiming-imingkan gaji yang besar. Namun nyatanya masih banyak TKI yang pulang hanya tinggal nama, itu semua karna apa? Karna mereka kurang pendidikan, dan takut untuk melaporkan apa masalah mereka. Maka dari itu pentingnya pendidikan yang kita jalani bukan semata-mata hanya untuk mendapatkan nilai saja, tapi juga untuk membandingkan mana yang baik dan salah.

  • Bekal mendidik generasi yang lebih cemerlang

Setiap pribadi nantinya akan menjadi guru pertama bagi anaknya, kita semua calon orang tua harus bisa mengajari anaknya seperti pelajaran pertama saat dia sudah mengerti interaksi yaitu bernyanyi, menari, menggambar, membantu mengerjakan PR agar anak memiliki banyak waktu dirumah dengan kita bukan hanya disekolah dan ditempat bimbel.

Ini adalah artikel tentang fasilitas pendidikan apa saja yang kita terima di Indonesia, dan betapa pentingnya pendidikan itu sendiri.

Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Pengangguran dan Dampaknya Ke Masyarakat

Pengangguran adalah sebuah sebutan untuk orang yang tidak memiliki pekerjaan baik tetap maupun tidak tetap, Pengangguran disebabkan oleh sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan ataupun permintaan kebutuhan dari industri maupun perusahaan yang mengalami penurununan akibat dampak dari perekonomian dari suatu industri atau perusahanan yang kemudian memperkecil ruang lingkup penerimaan karyawan baru. Dengan adanyan dampak penurunan perekonomian tersebut dapat menambah jumlah angka pengannguran di suatu daerah maupun negara.

Umumnya pengangguran terjadi dikarenakan berbagai faktor,salah satunya yaitu faktor tidak memiliki kemampuan(skill) khusus dalam melamar suatu pekerjaan yang diinginkan,karena kemampuan khusus sangat menunjang untuk dapat diterima oleh suatu industri atau perusahaan dalam mencari karyawan baru, kemudian faktor selanjutnya adalah persyaratan untuk melamar di suatu industri atau perusahaan dalam menerima karyawan baru sehingga hal tersebut dapat memperkecil ruang lingkup para calon karyawan baru.

Dengan kata lain salah satu faktor yang dapat memperkecil ruang lingkup  penerimaan karyawan baru tersebut seperti persyaratan tinggi badan, dimana suatu perusahaan ternama membuka kesemptan untuk bergabung di perusahaan tersebut dengan syarat sebagai berikut: Pendidikan Strata 1 Akuntansi (S1 Akutansi), nilai IPK, usia, Tinggi badan min 155 cm untuk wanita, untuk pria min 160 cm, dengan demikian calon karyawan baru yang mempunyai tinggi badan tidak memenuhi standar maka tidak dapat untuk mengikuti proses seleksi penerimaan karyawan tersebut, sehingga dapat menambah jumlah angka pengangguran di suatu daerah tersebut.

Pengganguran juga dapat disebabkan karena pendidkan dari calon karyawan, karena di Indonesia masih banyak yang hanya menempuh pendidikan sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), pada zaman sekarang ini banyak dari perusahaan yang hanya mau menerima karyawan baru dari latar pendidikan sarjana,diploma, sehingga ini juga dapat menambah tingkat pengangguran di Indonesia.

Pengangguran dapat bertambah tiap tahun nya dikarenakan juga dari bertambah nya lulusan baru tiap tahun dari berbagai jenjang pendidikan seperti SMA, Diploma, Sarjana yang belum sama sekali memiliki pengalaman untuk bekerja, belum lagi di setiap jenjang pendidikan menghasilkan lulusan yang begitu banyak akan tetapi belum dapat diserap atau bekerja didunia industri atau lembaga lainnya baik instansi pemerintah ataupun swasta.

Kebanyakan lulusan baru akan pergi ke suatu daerah yang industri atau perusahaan di saerah tersebut banyak atau maju, maka lulusan baru akan beramai –ramai untuk mencari lapangan pekerjaan didaerah tersebut seperti kota Jakarta. Salah satu faktor yang harus dibenahi oleh pemerintah adalah untuk dapat membuat lapangan pekerjaan untuk masyarakat indonesia agar dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup sehari –hari.

Padahal negara Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat banyak dan sumber daya manusia yang sangat banyak juga, akan tetapi di Indonesia proses penerimaan karyawan baru juga cukup sulit dikarenakan seperti faktor pendidikan,pengalaman,tinggi badan,informasi yang tidak luas, sehingga masyrakat Indonesia cukup kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Indonesia juga mempunyai industri-industri yang begitu bisa dikatakan maju karena banyak perusahaan yang melakukan export ke negara –negara lain,akan tetapi industri di Indonesia masih banyak nya modal asing yang melakukan kerjasama di Indonesia, serta modal asing tersebut juga memperkerjakan karyawan yang bukan penduduk Indonesia, sehingga ini merupakan dampak bertambah nya angka pengangguran di Indonesia.

Bekerja berarti memiliki produksi. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. Karena itu, apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya.(dikutip dari maharani blog spot.com).

Bagaimanapun bekerja sangat lah penting karena umum nya orang indonesia kegitan sehari-hari mereka ialah bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka,akan tetapi ruang lingkup pekerjaan masih sangat terbatas oleh beberapa faktor diatas tadi sehingga masih banyak nya jumlah pengangguran di Indonesia ,Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menimbulkan suatu masalah seperti perampokan, pembunuhan, yang dapat merugikan pihak – pihak tertentu.

Kedaaan kondisi pengangguran merupakan pemborosan sumber daya manusia yang dapat merugikan diri sendiri karena banyak dari lulusan tiap tahunnya yang tidak bekerja sehingga tidak mempunyai penghasilan dan msih bergantung kepada orang tua,saudara sehingga menambah beban. Dengan bekrja orang dapat menghasilkan suatu materi yang dapat meringankan beban orang tua ataupun saudara yang dapat memenuhi kebutuhan hidup.

 

Pentingnya Fasilitas Pendidikan Untuk Menunjang Proses Belajar

Pembangunan merupakan proses berkembangnya suatu daerah. Samuelson Nordhaus mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu syarat wajib dalam mendorong proses pembangunan. Semakin tinggi nilai pertumbuhan ekonomi, maka semakin baik pula pembangunan pada suatu daerah tersebut. Pertumbuhan ekonomi sendiri adalah nilai tambah dalam proses jual beli barang dan jasa. Dimana dalam proses jual beli barang dan jasa ini terdapat faktor sumber daya manusia. Karena sumber daya manusia adalah investasi dasar dalam proses pertumbuhan ekonomi. Sollow mengatakan bahwa dengan semakin tingginya tingkat pendidikan maka akan semakin meningkat tingkat pertumbuhan ekonominya. Sumber daya manusia dianggap sebagai investasi yang berkualitas dan berkemampuan mengenai teknologi. Setiap perusahaan membutuhkan teknologi canggih untuk mendorong proses produksi. Dalam penggunaan dan pengoperasian teknologi inilah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten.

Sumber daya manusia yang berkualitas dibentuk mulai dari usia dini. Pembentukan itu dilakukan didalam lingkungan keluarga ataupun lingkungan diluar keluarga (sosial). Salah satu pembentukan Sumber Daya Manusia diluar sekolah ini adalah sekolah. Standar pendidikan di Indonesia adalah 9 tahun, yaitu dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Angka Partisipasi Murni (APM) di DKI Jakarta tahun 2014 untuk tingat Sekolah Dasar (SD) adalah 96.84% dan pada tahun 2015 adalah sebesar 96.91%. Angka ini menunjukan bahwa masih tinggi antusias masyarakat untuk bersekolah. Sedangkan pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2015 adalah 76.61% dan pada tahun 2016 adalah 80.20%. Angka ini menunjukan bahwa, dengan antusiasnya masyarakat bersekolah ditinggal Sekolah Dasar (SD) ingin melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tetapi jika dilihat pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Angka Partisipasi Murni (APM) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2015 sebesar 58.79%, angka ini menunjukan penurunan yang drastis dari Angka Partisipasi Murni (APM) di tingkat Sekolah dasar (SD) dan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini bisa disebabkan oleh keadaan ekonomi seperti perbedaan pendapatan masing masing masyarakatnya atau keadaan fasilitas pendidikan itu sendiri.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah fasilitas pendidikan yang salah satunya adalah jumlah sekolah di DKI Jakarta pada tahun 2014 untuk Sekolah Dasar (SD) adalah 264 sekolah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah 253 dan untuk Sekolah Menengah Akhir (SMA) adalah 223. Angka ini menunjukan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin sedikit jumlah fasilitas atau jumlah sekolah yang disedikan oleh pemerintah. Dengan sedikitnya jumlah sekolah yang disediakan, semakin dikit pula jumlah peserta didik atau lulusan sumber daya manusia di jenjang yang lebih tinggi. Semakin sedikit sumber daya dengan pendidikan yang tinggi, maka akan semakin menurunkan pertumbuhan ekonomi. Maka negara akan mengalami pailit

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa sumber daya manusia merupakan modal dasar dalam segala hal dalam kehidupan ini. Jumlah sekolah merupakan salah satu penentu pembentuknya sumber daya manusia yang berkualitas, oleh sebab itu pemerintah sebaiknya lebih mementingkan aspek pendidikan dengan menganggarkan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara pada fasilitas pendidikan salah satunya adalah jumlah sekolaj

Pentingnya Pendidikan Luar Sekolah bagi Anak Remaja

Dalam era globalisasi ini pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap masyarakat. Berbagai aspek kehidupan menuntut setiap individu memiliki pendidikan yang baik. Aspek- aspek kehidupan seperti pekerjaan, hiburan, dan bahkan dalam membina keluarga sekalipun membutuhkan pendidikan yang baik. Pendidikan itu sendiri dapat bersifat formal dan non-formal. Pendidikan formal seperti sekolah, kuliah dan institut pembelajaran lainnya seringkali sudah menyediakan pendidikan luar sekolah bagi siswa-siswa nya. Hal tersebut terjadi karena banyaknya tuntutan untuk keahlian yang lebih dari sekedar formalitas dalam dunia kerja yang akan dihadapi siswa- siswa tersebut. Pendidikan di luar sekolah juga dapat menunjang kemampuan-kemampuan siswa dalam melaksanakan kewajibannya sebagai siswa.

Pendidikan luar sekolah yang paling efektif ialah pendidikan di lingkungan keluarga, seringkali kita dengar bahwa pendidikan berawal dari rumah. Pada masa pertumbuhan anak, apa yang diajarkan oleh keluarga kepada anak akan membentuk anak itu pada masa mendatang, baik di sekolah, maupun dalam profesinya kelak. Namun, pendidikan luar sekolah juga dapat dibentuk menjadi institut-institut form.

Pendidikan luar sekolah itu sendiri menyediakan berbagai fasilitas untuk mencapai kemampuan-kemampuan yang dilatih dalam program yang telah disusun oleh lembaga pendidikan di luar sekolah itu sendiri. Maka pada dasarnya pendidikan di luar sekolah lebih efektif dalam membantu siswa-siswa yang kesulitan dalam mencapai kemampuan tersebut. Menurut D. Sudjana (1966:44) terdapat berbagai jenis pendidikan di luar sekolah, antara lain (1) Pendidikan Massa; pendidikan yang berguna bagi warga dalam memenuhi taraf hidupnya sebagai warga negara, pembelajaran yang di lakukan seperti berhitung, membaca dan menulis. Pendidikan ini diberikan kepada masyarakat luas guna mengurangi angka individu yang buta huruf, taraf pendidikan yang rendah, dll. (2) Pendidikan Masyarakat; pendidikan yang dilakukan di luar pendidikan sekolah terhadap orang dewasa dan dilakukan di luar lingkungan sekolah atau fasilitas pendidikan formal lainnya. (3) Pendidikan Dewasa; pendidikan yang berguna untuk meningkatkan kemampuan orang dewasa dalam memenuhi kewajibannya dalam profesi yang telah digeluti nya. (4) Pendidikan Perluasan; pendidikan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar lingkungan pendidikan formal sekalipun, sebagai tujuan pencapaian bagi seorang individu dalam menjalani pergolakan zaman.

Pendidikan luar sekolah merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk kemampuan seseorang, sayangnya hal ini sering diabaikan karena masyarakat merasa bahwa hanya pendidikan formal lah yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan seorang anak. Pentingnya pendidikan luar sekolah perlu ditekankan dan disosialisasikan lebih luas di Indonesia khususnya.

https://englishbridge.co.id/id

 

Fenomena Pendidikan Anak Usia Dini

Seperti yang kita semua sudah ketahui bahwa anak-anak adalah individu-individu yang sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan sebuah negara, khususnya untuk eksistensi negara tersebut di kemudian hari atau di masa depan. Sehingga anak-anak sudah “dipaksa” untuk mendapatkan pendidikan sejak usia sedini mungkin. Perlu kita ketahui pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan yang diberikan kepada anak-anak sebelum memasuki jangan pendidikan dasar atau SD, yaitu dari usia 0 – 6 tahun. Dengan adanya Pendidikan Anak Usia Dini anak-anak difokuskan pada pengembangan kognitif, motorik, bahasa, kreatifitas, sosial, bahkan spiritual. Dengan banyaknya dampak positif dalam mengikutsertakan anak-anak pada Pendidikan Anak Usia Dini pemerintah pun sangat mendukung adanya kegiatan yang berhubungan dengan Pendidikan Anak Usia Dini tersebut, diluar dari pendidikan dasar yang sudah diwajibkan oleh pemerintah.

Namun perlu kita ketahui jenis-jenis pendidikan apa saja yang baik diberikan kepada anak-anak dan mana juga yang tidak. Berhubung sudah sangat maraknya lembaga-lembaga atau instituti-institusi swasta yang menyediakan fasilitas pendidikan untuk anak-anak usia dini.

Berikut adalah menfaat-manfaat yang harus dimiliki oleh penyedia fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini agar dapat dinilai sebagai wadah Pendidikan Anak Usia Dini yang memenuhi standar:

  1. Mampu melihat minat dan bakat seorang anak

Pendidikan yang dianggap baik saat ini adalah jenis pendidikan yang tidak terpatok pada bahan pembelajaran formal yang hanya diambil dari buku pedoman, tetapi juga harus disesuaikan dengan minat dan bakat anak-anak. Misalnya, seorang anak lebih senang menyusun balok dibanding belajar berhitung, sedangkan untuk usianya anak tersebut sudah harus bisa berhitung. Maka tim pengajar harus dengan cermat mencari cara bagaimana anak tersebut bisa belajar angka sambil bermain balok. Misalnya dengan membantu anak menyusun gedung dari balok kemudian dihitung berapa banyak balok yang dibutuhkan untuk menyusun gedung tersebut, dan sebagainya.

  1. Mampu membangun karakter-karakter baik pada anak

Sebelum masuk ke dalam lembaga pendidikan sekolah, seorang anak cenderung bersifat individualis, kurang bisa bersosialisasi, ataupun berbagi. Dengan adanya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini anak-anak diharapkan dapat belajar bersosialisasi, berbagi, dan tidak lagi memiliki sifat mau menang sendiri. Pendidik harus memperlakukan semua anak sama dan sederajat apapun alasannya. Tidak boleh dipengaruhi oleh baik buruknya kelakuan anak.

  1. Mampu meningkatkan kreatifitas pada anak

Untuk meningkatkan kreatifitas seorang anak, pendidik harus lebih dulu memiliki pemikiran dan metode-metode pengajaran yang kreatif. Misalnya untuk mengajarkan alphabet kepada anak-anak guru dapat mengajarkan lagu-lagu yang berisi alphabet. Dengan begitu anak-anak dapat dengan mudah menghapal alphabet. Lalu metode pengajaran pun harus bervariasi dari hari ke hari mengingat bahwa anak-anak memiliki sifat dasar yang cepat bosan.

  1. Mampu meningkatkan rasa tanggungjawab pada anak

Pendidikan Anak Usia Dini yang baik harus dapat membiasakan anak-anak didiknya untuk dapat bertanggungjawab. Baik bertanggungjawab terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya. Misalnya dengan mengajarkan anak-anak untuk membereskan kembali alat-alat tulis ke dalam tempatnya setelah dipakai.

  1. Mampu meningkatkan sifat disiplin pada anak

Untuk menjadi pribadi-pribadi yang disiplin, anak-anak harus dibiasakan, bahkan terkadang harus dipaksakan mengingat kebiasaan berdisiplin sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan seseorang di masa depan. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengajarkan anak berdisiplin adalah dengan membangunkannya di jam yang sama setiap hari dan mengajaknya tidur di jam yang sama setiap hari. Untuk hal ini pendidik dapat berkomunikasi dengan orang tua dan mengajak orang tua untuk dapat bekerja sama demi kebaikan anak mereka.

  1. Mampu meningkatkan kemandirian pada anak

Para pendidik dalam lembaga pendidikan formal ataupun informal sudah dianggap sebagai orang tua kedua bagi anak-anak, mengingat bahwa sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan di sekolah, apalagi anak-anak yang memiliki orang tua yang bekerja. Dengan begitu para pendidik harus bisa mengajarkan kepada anak-anak didiknya untuk mandiri. Sehingga seiring berjalannya waktu, anak-anak tidak lagi mengandalkan orang tua atau orang lain untuk melakukan tugas-tugas kecil seperti memakai baju, memakai celana, memakai sepatu, dan sebagainya.

  1. Mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasi pada anak

Pada keluarga dimana kedua orang tua harus bekerja, biasanya anak-anak hanya dititipkan pada kakek, nenek, atau pengasuh mereka, serta dibelikan berbagai macam jenis mainan agar anak-anak tidak cepat bosan selama ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Cara ini dapat meningkatkan sifat individualisme pada anak dan susah berbagi. Dengan diikutsertakannya anak pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini anak-anak akan diajar untuk dapat saling berbagi dan bergantian dalam bermain.

  1. Mampu menumbuhkan rasa empati pada anak

Pada proses pembelajaran untuk bersosialisasi biasanya ada saja hal-hal yang dilakukan oleh anak-anak yang seharusnya tidak boleh. Misalnya memukul anak lain atau merebut barang dari anak lain sehingga menyebabkan anak tersebut menangis dan lain sebagainya. Pendidik sudah harus mengerti bagaimana cara mengatasi kejadian ini saat sewaktu-waktu terjadi. Pendidik sudah harus terlebih dahulu mengerti situasi yang terjadi. Siapa yang melakukan dan siapa yang menjadi korban. Kepada anak yang  melakukan pendidik harus mengajarkan bahwa kelakukan seperti itu tidak baik untuk dilakukan dan anak tersebut harus meminta maaf pada anak yang ia sakiti. Dan anak yang menjadi korban pun harus diajarkan untuk memaafkan. Dengan ini anak-anak dapat belajar untuk mengerti perasaan orang lain dan juga belajar mengatur perasaan sendiri. Misalnya saat ingin marah tapi tidak jadi karena orang yang melakukan sudah minta maaf, dan sebagainya.

Dengan penjabaran di atas kiranya orang tua sudah dapat mengetahui manfaat-manfaat yang harus diesediakan oleh sebuah lembaga pendidikan yang menyediakan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini, sehingga orang tua tidak salah dalam memilih lembaga pendidikan mana yang baik untuk anak dan mana yang tidak. Semoga kedepannya lembaga pendidikan dapat semakin meningkatkan kualitas jasa pendidik dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak demi menciptakan individu-individu yang kelak akan meningkat eksistensi dan kemajuan negara Indonesia tercinta.