Fenomena Pendidikan Anak Usia Dini

Seperti yang kita semua sudah ketahui bahwa anak-anak adalah individu-individu yang sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan sebuah negara, khususnya untuk eksistensi negara tersebut di kemudian hari atau di masa depan. Sehingga anak-anak sudah “dipaksa” untuk mendapatkan pendidikan sejak usia sedini mungkin. Perlu kita ketahui pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan yang diberikan kepada anak-anak sebelum memasuki jangan pendidikan dasar atau SD, yaitu dari usia 0 – 6 tahun. Dengan adanya Pendidikan Anak Usia Dini anak-anak difokuskan pada pengembangan kognitif, motorik, bahasa, kreatifitas, sosial, bahkan spiritual. Dengan banyaknya dampak positif dalam mengikutsertakan anak-anak pada Pendidikan Anak Usia Dini pemerintah pun sangat mendukung adanya kegiatan yang berhubungan dengan Pendidikan Anak Usia Dini tersebut, diluar dari pendidikan dasar yang sudah diwajibkan oleh pemerintah.

Namun perlu kita ketahui jenis-jenis pendidikan apa saja yang baik diberikan kepada anak-anak dan mana juga yang tidak. Berhubung sudah sangat maraknya lembaga-lembaga atau instituti-institusi swasta yang menyediakan fasilitas pendidikan untuk anak-anak usia dini.

Berikut adalah menfaat-manfaat yang harus dimiliki oleh penyedia fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini agar dapat dinilai sebagai wadah Pendidikan Anak Usia Dini yang memenuhi standar:

  1. Mampu melihat minat dan bakat seorang anak

Pendidikan yang dianggap baik saat ini adalah jenis pendidikan yang tidak terpatok pada bahan pembelajaran formal yang hanya diambil dari buku pedoman, tetapi juga harus disesuaikan dengan minat dan bakat anak-anak. Misalnya, seorang anak lebih senang menyusun balok dibanding belajar berhitung, sedangkan untuk usianya anak tersebut sudah harus bisa berhitung. Maka tim pengajar harus dengan cermat mencari cara bagaimana anak tersebut bisa belajar angka sambil bermain balok. Misalnya dengan membantu anak menyusun gedung dari balok kemudian dihitung berapa banyak balok yang dibutuhkan untuk menyusun gedung tersebut, dan sebagainya.

  1. Mampu membangun karakter-karakter baik pada anak

Sebelum masuk ke dalam lembaga pendidikan sekolah, seorang anak cenderung bersifat individualis, kurang bisa bersosialisasi, ataupun berbagi. Dengan adanya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini anak-anak diharapkan dapat belajar bersosialisasi, berbagi, dan tidak lagi memiliki sifat mau menang sendiri. Pendidik harus memperlakukan semua anak sama dan sederajat apapun alasannya. Tidak boleh dipengaruhi oleh baik buruknya kelakuan anak.

  1. Mampu meningkatkan kreatifitas pada anak

Untuk meningkatkan kreatifitas seorang anak, pendidik harus lebih dulu memiliki pemikiran dan metode-metode pengajaran yang kreatif. Misalnya untuk mengajarkan alphabet kepada anak-anak guru dapat mengajarkan lagu-lagu yang berisi alphabet. Dengan begitu anak-anak dapat dengan mudah menghapal alphabet. Lalu metode pengajaran pun harus bervariasi dari hari ke hari mengingat bahwa anak-anak memiliki sifat dasar yang cepat bosan.

  1. Mampu meningkatkan rasa tanggungjawab pada anak

Pendidikan Anak Usia Dini yang baik harus dapat membiasakan anak-anak didiknya untuk dapat bertanggungjawab. Baik bertanggungjawab terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya. Misalnya dengan mengajarkan anak-anak untuk membereskan kembali alat-alat tulis ke dalam tempatnya setelah dipakai.

  1. Mampu meningkatkan sifat disiplin pada anak

Untuk menjadi pribadi-pribadi yang disiplin, anak-anak harus dibiasakan, bahkan terkadang harus dipaksakan mengingat kebiasaan berdisiplin sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan seseorang di masa depan. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengajarkan anak berdisiplin adalah dengan membangunkannya di jam yang sama setiap hari dan mengajaknya tidur di jam yang sama setiap hari. Untuk hal ini pendidik dapat berkomunikasi dengan orang tua dan mengajak orang tua untuk dapat bekerja sama demi kebaikan anak mereka.

  1. Mampu meningkatkan kemandirian pada anak

Para pendidik dalam lembaga pendidikan formal ataupun informal sudah dianggap sebagai orang tua kedua bagi anak-anak, mengingat bahwa sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan di sekolah, apalagi anak-anak yang memiliki orang tua yang bekerja. Dengan begitu para pendidik harus bisa mengajarkan kepada anak-anak didiknya untuk mandiri. Sehingga seiring berjalannya waktu, anak-anak tidak lagi mengandalkan orang tua atau orang lain untuk melakukan tugas-tugas kecil seperti memakai baju, memakai celana, memakai sepatu, dan sebagainya.

  1. Mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasi pada anak

Pada keluarga dimana kedua orang tua harus bekerja, biasanya anak-anak hanya dititipkan pada kakek, nenek, atau pengasuh mereka, serta dibelikan berbagai macam jenis mainan agar anak-anak tidak cepat bosan selama ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Cara ini dapat meningkatkan sifat individualisme pada anak dan susah berbagi. Dengan diikutsertakannya anak pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini anak-anak akan diajar untuk dapat saling berbagi dan bergantian dalam bermain.

  1. Mampu menumbuhkan rasa empati pada anak

Pada proses pembelajaran untuk bersosialisasi biasanya ada saja hal-hal yang dilakukan oleh anak-anak yang seharusnya tidak boleh. Misalnya memukul anak lain atau merebut barang dari anak lain sehingga menyebabkan anak tersebut menangis dan lain sebagainya. Pendidik sudah harus mengerti bagaimana cara mengatasi kejadian ini saat sewaktu-waktu terjadi. Pendidik sudah harus terlebih dahulu mengerti situasi yang terjadi. Siapa yang melakukan dan siapa yang menjadi korban. Kepada anak yang  melakukan pendidik harus mengajarkan bahwa kelakukan seperti itu tidak baik untuk dilakukan dan anak tersebut harus meminta maaf pada anak yang ia sakiti. Dan anak yang menjadi korban pun harus diajarkan untuk memaafkan. Dengan ini anak-anak dapat belajar untuk mengerti perasaan orang lain dan juga belajar mengatur perasaan sendiri. Misalnya saat ingin marah tapi tidak jadi karena orang yang melakukan sudah minta maaf, dan sebagainya.

Dengan penjabaran di atas kiranya orang tua sudah dapat mengetahui manfaat-manfaat yang harus diesediakan oleh sebuah lembaga pendidikan yang menyediakan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini, sehingga orang tua tidak salah dalam memilih lembaga pendidikan mana yang baik untuk anak dan mana yang tidak. Semoga kedepannya lembaga pendidikan dapat semakin meningkatkan kualitas jasa pendidik dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak demi menciptakan individu-individu yang kelak akan meningkat eksistensi dan kemajuan negara Indonesia tercinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *