7 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Pendidikan di Finlandia, Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia!

Finlandia merupakan salah satu negara di bagian Eropa Utara yang berbatasan langsung dengan Swedia dan Norwegia. Negara satu ini sangat terkenal di kalangan pendidik dan juga pemburu beasiswa. Tidak hanya memiliki alam yang indah, tetapi Finlandia juga memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Jika saat ini anak-anak Indonesia masih saja terjerat beberapa masalah kenakalan remaja, maka hal ini tidak akan kita temui di Finlandia. Uniknya lagi, Finlandia hanya menerapkan lima jam untuk belajar dalam sehari dan tidak ada ujian nasional. Tetapi Finlandia mampu mencetak generasi-generasi terbaik di negaranya.  Bahkan tanpa pekerjaan rumah (PR) atau pun rangking di kelas nyatanya Finlandia bisa memiliki generasi emas yang pintar. Penasaran dengan sistem pendidikan di negara satu ini? Berikut 7 hal yang harus kamu ketahui tentang pendidikan di Finlandia, negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

  1. Sekolah Negeri Bebas Biaya Sekolah

Saat ini bagi kita yang belajar di Indonesia kita tentu sudah tidak asing dengan urusan bayar membayar. Apalagi ketika tiba tanggal sepuluh, saat dimana jatuh tempo untuk pembayaran sekolah yang terkadang membuat kita ikutan pusing. Di Finlandia hal ini tidak berlaku, sekolah disini gratis tanpa dipungut biaya bagi siswa yang memilih belajar di sekolah negeri. Bahkan jika siswa lebih memilih untuk belajar di sekolah swasta, maka biaya pendidikan juga sangat terjangkau, dan sekolah swasta hanya terdapat beberapa saja dan itu pun biasanya berdiri atas nama sekolah agama.

Bagi sistem pendidikan di Finlandia, semua sekolah sama bagusnya dari berbagai kualitas dan teknologi penunjang. Tidak ada cerita orang tua akan pusing untuk memilih sekolah mana yang bagus atau sekolah mana yang menjadi favorit. Tidak hanya itu, di setiap sekolah juga disediakan makan siang gratis bagi semua siswa. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan siswa yang sedang belajar. Selain nutrisi yang tercukupi, pelajaran yang disampaikan oleh guru pun akan terserap dengan baik karena perut kenyang. Finlandia membangun sekolah berdasarkan prinsip kesetaraan, artinya seluruh sekolah memiliki kualitas yang sama. Bahkan fasilitas pendukung belajar juga disediakan seperti angkutan sekolah gratis serta biaya kesehatan gratis.

  1. Semua Guru di Finlandia Memiliki Gaji Tinggi dan Bergelar Master

Mengingat guru pasti tidak sedikit yang berfikiran bahwa guru memiliki gaji yang sedikit jika dibandingkan dengan pekerja kantoran meskipun sama-sama memiliki gelar sarjana, hal ini memang benar adanya di Indonesia. Tetapi di Finlandia hal ini tidak berlaku. Semua guru di Finlandia memiliki kualitas terbaik. Bahkan pemerintah juga memberikan biaya untuk guru di Finlandia meraih gelar masternya. Profesi guru di Finlandia menjadi salah satu profesi yang bergengsi. Bahkan gaji yang diberikan oleh pemerintah Finlandia pun dua kali lipat dari gaji guru di Amerika Serikat, baik guru SD atau SMA. Mereka sama-sama memiliki gaji yang tinggi. Pemerintah Finlandia sangat menyadari bahwa guru memiliki pengaruh besar untuk meningkatkan pendidikan suatu negara serta menjadi penentu mutu generasi penerus bangsa.

  1. Ujian Nasional Tidak Penting

Ujian nasional memang menjadi salah satu momok yang menakutkan untuk sebagian besar siswa. Apalagi ketika siswa harus gagal dalam menjalankan ujian nasional, hal ini seperti menjadi aib tersendiri bagi keluarga. Apa yang dirasakan oleh siswa di Indonesia, tidak dirasakan oleh siswa Finlandia. Pasalnya disana ujian nasional tidak penting karena guru dianggap sosok yang paling mengetahui bagaimana cara mengevaluasi siswanya. Tentu saja, guru memiliki mutu dan kredibilitas yang tidak diragukan lagi. Pemerintah Finlandia juga menyakini bahwa guru merupakan sosok yang paling mengerti kurikulum dan juga mereka yang paling mengetahui kurikulum apa yang paling sesuai untuk siswanya, sistem pendidikan di Finlandia ini memang sangat berbeda jika dibandingkan dengan negara lain. Tetapi disinilah Finlandia menjadi lebih unggul.

  1. Anak-Anak Bersekolah Setelah Usia 7 Tahun

Persiapan mental yang matang menjadi salah satu alasan mengapa anak-anak di Finlandia baru boeh bersekolah saat usianya 7 tahun. Pemerintah Finlandia menyakini bahwa anak-anak dengan usia 7 tahun seharusnya bermain sambil belajar, mereka bisa menemukan jawaban sendiri dan juga berimajinasi. Pada usia dini inilah saat dimana anak-anak harus lebih banyak bersosialisasi dengan teman-teman sebaya, bukan malah sibuk dengan belajar berhitung atau membaca. Bahkan penilaian tugas baru akan diberikan ketika siswa sudah duduk dibangku kelas 4 SD.

Di Finlandia mesikipun siswa sudah duduk dibangku SMA, metode pembelajaran interaktif masih menjadi salah satu cara belajar yang mendominasi. Meskipun terlihat telat untuk memulai proses belajar, nyatanya siswa-siswa di Finlandia mampu unggul dalam tes PISA (internasional Programme for International Student Assessment). Tes PISA sendiri merupakan sebuah tes yang ditujukan untuk mengetahui kemampuan dan ketrampilan pelajar saat umur 15 tahun. Tentu saja hal ini membuktikan bahwa sistem pendidikan di Finlandia sangat efektif.

  1. Belajar 45 Menit dan 15 Menit Istirahat

Cara belajar ala Finlandia ini memang cukup singkat dan efektif. Pemerintah Finlandia menyakini bahwa kemampuan terbaik siswa dalam menyerap materi yang diajarkan hanya 45 menit. Dan hal inilah yang diterapkan oleh pemerintah. Setelah belajar 45 menit maka siswa berhak mendapatkan istirahat selama 15 menit. Dengan begitu maka siswa akan menjadi lebih produktif dan juga tidak tertekan.

  1. Siswa SD – SMP Belajar 4-5 Jam/hari

Selain memiliki jam istirahat yang cukup lama, siswa di Finldia juga memiliki jam belajar yang lebih singkat. Yaitu hanya4-5 jam per harinya untuk siswa yang duduk di bangku sekolah dasar. Dengan memiliki jam belajar yang pendek, uniknya siswa-siswa di Finlandia menjadi lebih produktif. Sementara untuk siswa yang duduk di bangku SMA mereka memiliki sistem belajar seperti mahasiswa dan mereka hanya akan datang saat ada jadwal belajar. Jadi mereka akan datang bukan karena merasa terpaksa tetapi mereka datang karena itu pilihan mereka. Bahkan guru-guru di kelas pun membantu para siswa untuk menentukan target atau kegiatan pembelajaran yang akan mereka lakukan dikelas. Dengan begitu siswa akan merasa siap dan tidak sabar untuk segera memulai proyek mereka sendiri.

  1. Tidak Ada Sistem Ranking

Finlandia percaya bahwa semua siswa itu pintar, mereka memiliki kepintaran masing-masing sesuai dengan bidangnya. Hal ini dilakukan pemerintah Finlandia dengan meniadakan sistem ranking. Sistem ranking hanyalah sebuah kompetisi untuk menghasilkan kelompok siswa pandai dan kelompok siswa pintar. Dan juga di Finlandia tidak ditemukan program akselerasi. Dengan begitu pemerintah Finlandia berharap bahwa semua siswa menjadi pintar dan strategi ini pun berhasil membuktikan bahwa Finlandia menjadi negara dengan sistem pembelajaran terbaik didunia.

 

Penyakit Masyarakat Menghambat Kemajuan Pembangunan

Penyakit masyarakat di era gelobalisasi ini cenderung meningkat akibat perkembangan teknologi yang sangat pesat. Manusia merupakan makhluk sosial yang cenderung bersikap dinamis. Hal ini membuat masyarakat ingin selalu menggetahui sesuatu yang baru. Jika ada tren yang sedang viral, masyarakat cenderung ikut-ikutan tanpa melihat apakah dampak itu baik atau benar. Inilah peyakit masyarakat yang harus diperhatikan. Meskipun hal ini sepertinya kecil, namun tidak boleh disepelekan karena akan berdampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat.

Munculnya media baru yang cepat untuk digunakan menjadi kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi. Namun, hal ini menimbulkan dampak positif maupun negatif apabila kurang cermat menerima media baru. Dampak positifnya masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan dalam hal bersosialisasi masyarakat bisa menemukan teman lama di media sosia serta media baru juga digunakan sebagai bisnis online yang menguntungkan.

penyakit masyarakat

Naasnya jika kurang cermat memilah media baru akan berdampak negatif yang bisa menjadi penyakit masyarakat bila tidak menggunakan media sosial dengan bijak, di antaranya budaya saling bully di media sosial sekarang merajalela, mengakses situs-situs negatif sangat mudah, media sosial juga menjadi wadah membuat perpecahan antar ras, suku, agama, dan golongan karena saling sindir ujaran kebencian, sangat mudah untuk menyebarkan berita hoax, yang lebih mengerikan media sosial kini telah banyak digunakan untuk menyebarkan konten-konten pornografi dan kekerasaan. Akibatnya timbul perpecahan dan gesekan emosi sosial pada generasi penerus bangsa yang akan menjadi penyakit masyarakat.

Hal ini harus dicegah sejak dini karena akan mengakibatkan penyakit masyarakat yang menjamur. Peran pemerintah sangat penting dalam menanamkan pendidikan tentang pentingnya menyaring perkembangan teknologi dan media baru. Selain itu, pemerintah harus tegas dalam menerapkan hukuman atau sangsi kepada masyarakat yang melanggar undang-undang ITE. Pemerintah juga harus memberikan kebijakan dalam menanggulanggi konten-konten negatif. Jangan sampai masyarakat dimanfaatkan oleh teknologi bukan memanfaatkan teknologi dengan baik. Untuk itu agar terhindar dari penyakit masyarakat jadilah generasi yang cerdas.

Pentingnya Pendidikan Dengan Fasilitas Lengkap

Wajib belajar adalah progam yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Nasional. Sesuai dengan UUD45 pasal 31 ayat 1 yang berisi tentang : tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan wajib belajar selama 12 tahun. Mencakup sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) , dan sekolah menengah atas/kejuruan (sma/k), semua itu gratis dibiayai oleh pemerintah, agar mendapatkan generasi bangsa yang lebih baik dan bisa membangun bangsa agar maju dan bersaing dengan negara-negara maju lainnya.

Tapi tidak dipungkiri masih banyak masyarakat didaerah perdalaman yang masih belum menerima fasilitas pendidikan yang baik, seperti seragam, tas , buku dan lain sebagainya. Maka dari itu pemerintah sekaarang menyelenggarakan program kartu untuk pendidikan Indonesia yang dapat di tukarkan dengan uang atau atribut sekolah lainnya.

Orang tua saat ini tidak perlu khawatir lagi dengan biaya sekolah, karna pendidikan sedini mungkin dapat membuat anak paham akan mengetauan dasar dan bisa melanjutkan ke jenjang berikunya.

Sekarang ini setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi cerdas , maka dari itu sekarang banyak orang tua belomba-lomba agar anaknya masuk di sekolah terakreditasi A, dan bukan hanya itu bahkan beberapa orang tua mendaftarkan anak anak mereka pada bimbingan belajar, mengikuti les kemampuan khusus , seperti music, ballet, Bahasa asing dan lainnya, semua itu bertujuan untuk memudahkan anak berinteraksi bukan hanya diingkungan sekolah tapi juga diluar dan terbiasa untuk melakukan komunikasi terhadap orang banyak.

Dilingkungan sekolah sendiri banyak fasilitas yang dapat di nikmati oleh anak anak , seperti di taman kanak kanak banyak mainan yang dapat membantu anak bermain dan belajar hal baru dengan teman-temannya, di Sekolah dasar sekarang ini sudah banyak perpustakaan  dan lab.komputer, itu semua bertujuan agar anak mempunyai wawasan yang luas terhadap teknologi sedini mungkin, di Sekolah Mengah Pertama terdapat ruang seni, lab.komputer, ruang menjahit, lab.sains dan banyak ruangan lain yang apat dinikmati oleh anak anak secara gratis, di Sekolah Menengah Atas/Kejuruan tidak dipungkiri lagi bahwa ini jenjang wajib belajar terakhir , pastinya lebih banyak lab dan ruangan lainnya yang dapat dinikmati secara gratis, untuk SMK sendiri kita masih mengeluarkan biaya untuk praktek tapi itu semua masih bisa dibayar karna tidak terlalu mahal.

MENGAPA PENDIDIKAN SANGAT PENTING? Karna:

  • Pendidikan sebagai pembentuk karakter

Sadar atau tidak pendidikan sebagai pembentuk karakter yang baik, karna disitu anak-anak menjadi lebih atif dan dapan berinteraksi dengan baik, mempunyai sopan santun terhadap orang yang lebih tua, dan melakukan hal baik lainnya, maka dari itu sekolah merupakan pembentuk karakter yang paling baik di lingkungan.

  • Pengetahuan

Banyak anak yang dinilai kepintarannya dengan seberapa banyak pengetahuan yang dia miliki, maka dari itu semakin banyak pengetahuan yang dimiliki semakin bisa juga sang anak menyelesaikan masalah, contoh : ketika ada dua orang siswa yang satu bisa matematika dan yang satu lagi tidak  , siswa yang bisa pasti akan membantu temannya untuk menyelesaikan masalah.

  • Jenjang karir

Pada saat ini masalah yang dihadapi adalah susahnya mencari kerja, setiap perusahaan pastinya mencari orang yang dapat bekerja dengan baik, bukan hanya itu saja tetapi tidak sedikit pula perusahaan yang melihat dari seberapa tinggi jenjang pendidikan yang ia jalani. Ada pepatah mengatakan : cari lah ilmu hingga ke negeri cina , kata kata itu yang harus kita tanam dari diri kita, bahwa pendidikan itu penting dan kita harus sering mencari ilmu.

  • Tidak mudah tertipu atau ekploitasi

Jaman sekarang banyak kejahatan yang mengincar orang-orang yang kurang berpendidikan dengan cara diiming-imingkan gaji yang besar. Namun nyatanya masih banyak TKI yang pulang hanya tinggal nama, itu semua karna apa? Karna mereka kurang pendidikan, dan takut untuk melaporkan apa masalah mereka. Maka dari itu pentingnya pendidikan yang kita jalani bukan semata-mata hanya untuk mendapatkan nilai saja, tapi juga untuk membandingkan mana yang baik dan salah.

  • Bekal mendidik generasi yang lebih cemerlang

Setiap pribadi nantinya akan menjadi guru pertama bagi anaknya, kita semua calon orang tua harus bisa mengajari anaknya seperti pelajaran pertama saat dia sudah mengerti interaksi yaitu bernyanyi, menari, menggambar, membantu mengerjakan PR agar anak memiliki banyak waktu dirumah dengan kita bukan hanya disekolah dan ditempat bimbel.

Ini adalah artikel tentang fasilitas pendidikan apa saja yang kita terima di Indonesia, dan betapa pentingnya pendidikan itu sendiri.

Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Pentingnya Fasilitas Pendidikan Untuk Menunjang Proses Belajar

Pembangunan merupakan proses berkembangnya suatu daerah. Samuelson Nordhaus mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu syarat wajib dalam mendorong proses pembangunan. Semakin tinggi nilai pertumbuhan ekonomi, maka semakin baik pula pembangunan pada suatu daerah tersebut. Pertumbuhan ekonomi sendiri adalah nilai tambah dalam proses jual beli barang dan jasa. Dimana dalam proses jual beli barang dan jasa ini terdapat faktor sumber daya manusia. Karena sumber daya manusia adalah investasi dasar dalam proses pertumbuhan ekonomi. Sollow mengatakan bahwa dengan semakin tingginya tingkat pendidikan maka akan semakin meningkat tingkat pertumbuhan ekonominya. Sumber daya manusia dianggap sebagai investasi yang berkualitas dan berkemampuan mengenai teknologi. Setiap perusahaan membutuhkan teknologi canggih untuk mendorong proses produksi. Dalam penggunaan dan pengoperasian teknologi inilah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten.

Sumber daya manusia yang berkualitas dibentuk mulai dari usia dini. Pembentukan itu dilakukan didalam lingkungan keluarga ataupun lingkungan diluar keluarga (sosial). Salah satu pembentukan Sumber Daya Manusia diluar sekolah ini adalah sekolah. Standar pendidikan di Indonesia adalah 9 tahun, yaitu dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Angka Partisipasi Murni (APM) di DKI Jakarta tahun 2014 untuk tingat Sekolah Dasar (SD) adalah 96.84% dan pada tahun 2015 adalah sebesar 96.91%. Angka ini menunjukan bahwa masih tinggi antusias masyarakat untuk bersekolah. Sedangkan pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2015 adalah 76.61% dan pada tahun 2016 adalah 80.20%. Angka ini menunjukan bahwa, dengan antusiasnya masyarakat bersekolah ditinggal Sekolah Dasar (SD) ingin melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tetapi jika dilihat pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Angka Partisipasi Murni (APM) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2015 sebesar 58.79%, angka ini menunjukan penurunan yang drastis dari Angka Partisipasi Murni (APM) di tingkat Sekolah dasar (SD) dan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini bisa disebabkan oleh keadaan ekonomi seperti perbedaan pendapatan masing masing masyarakatnya atau keadaan fasilitas pendidikan itu sendiri.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah fasilitas pendidikan yang salah satunya adalah jumlah sekolah di DKI Jakarta pada tahun 2014 untuk Sekolah Dasar (SD) adalah 264 sekolah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah 253 dan untuk Sekolah Menengah Akhir (SMA) adalah 223. Angka ini menunjukan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin sedikit jumlah fasilitas atau jumlah sekolah yang disedikan oleh pemerintah. Dengan sedikitnya jumlah sekolah yang disediakan, semakin dikit pula jumlah peserta didik atau lulusan sumber daya manusia di jenjang yang lebih tinggi. Semakin sedikit sumber daya dengan pendidikan yang tinggi, maka akan semakin menurunkan pertumbuhan ekonomi. Maka negara akan mengalami pailit

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa sumber daya manusia merupakan modal dasar dalam segala hal dalam kehidupan ini. Jumlah sekolah merupakan salah satu penentu pembentuknya sumber daya manusia yang berkualitas, oleh sebab itu pemerintah sebaiknya lebih mementingkan aspek pendidikan dengan menganggarkan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara pada fasilitas pendidikan salah satunya adalah jumlah sekolaj

Pentingnya Pendidikan Luar Sekolah bagi Anak Remaja

Dalam era globalisasi ini pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap masyarakat. Berbagai aspek kehidupan menuntut setiap individu memiliki pendidikan yang baik. Aspek- aspek kehidupan seperti pekerjaan, hiburan, dan bahkan dalam membina keluarga sekalipun membutuhkan pendidikan yang baik. Pendidikan itu sendiri dapat bersifat formal dan non-formal. Pendidikan formal seperti sekolah, kuliah dan institut pembelajaran lainnya seringkali sudah menyediakan pendidikan luar sekolah bagi siswa-siswa nya. Hal tersebut terjadi karena banyaknya tuntutan untuk keahlian yang lebih dari sekedar formalitas dalam dunia kerja yang akan dihadapi siswa- siswa tersebut. Pendidikan di luar sekolah juga dapat menunjang kemampuan-kemampuan siswa dalam melaksanakan kewajibannya sebagai siswa.

Pendidikan luar sekolah yang paling efektif ialah pendidikan di lingkungan keluarga, seringkali kita dengar bahwa pendidikan berawal dari rumah. Pada masa pertumbuhan anak, apa yang diajarkan oleh keluarga kepada anak akan membentuk anak itu pada masa mendatang, baik di sekolah, maupun dalam profesinya kelak. Namun, pendidikan luar sekolah juga dapat dibentuk menjadi institut-institut form.

Pendidikan luar sekolah itu sendiri menyediakan berbagai fasilitas untuk mencapai kemampuan-kemampuan yang dilatih dalam program yang telah disusun oleh lembaga pendidikan di luar sekolah itu sendiri. Maka pada dasarnya pendidikan di luar sekolah lebih efektif dalam membantu siswa-siswa yang kesulitan dalam mencapai kemampuan tersebut. Menurut D. Sudjana (1966:44) terdapat berbagai jenis pendidikan di luar sekolah, antara lain (1) Pendidikan Massa; pendidikan yang berguna bagi warga dalam memenuhi taraf hidupnya sebagai warga negara, pembelajaran yang di lakukan seperti berhitung, membaca dan menulis. Pendidikan ini diberikan kepada masyarakat luas guna mengurangi angka individu yang buta huruf, taraf pendidikan yang rendah, dll. (2) Pendidikan Masyarakat; pendidikan yang dilakukan di luar pendidikan sekolah terhadap orang dewasa dan dilakukan di luar lingkungan sekolah atau fasilitas pendidikan formal lainnya. (3) Pendidikan Dewasa; pendidikan yang berguna untuk meningkatkan kemampuan orang dewasa dalam memenuhi kewajibannya dalam profesi yang telah digeluti nya. (4) Pendidikan Perluasan; pendidikan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar lingkungan pendidikan formal sekalipun, sebagai tujuan pencapaian bagi seorang individu dalam menjalani pergolakan zaman.

Pendidikan luar sekolah merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk kemampuan seseorang, sayangnya hal ini sering diabaikan karena masyarakat merasa bahwa hanya pendidikan formal lah yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan seorang anak. Pentingnya pendidikan luar sekolah perlu ditekankan dan disosialisasikan lebih luas di Indonesia khususnya.

https://englishbridge.co.id/id

 

Fenomena Pendidikan Anak Usia Dini

Seperti yang kita semua sudah ketahui bahwa anak-anak adalah individu-individu yang sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan sebuah negara, khususnya untuk eksistensi negara tersebut di kemudian hari atau di masa depan. Sehingga anak-anak sudah “dipaksa” untuk mendapatkan pendidikan sejak usia sedini mungkin. Perlu kita ketahui pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan yang diberikan kepada anak-anak sebelum memasuki jangan pendidikan dasar atau SD, yaitu dari usia 0 – 6 tahun. Dengan adanya Pendidikan Anak Usia Dini anak-anak difokuskan pada pengembangan kognitif, motorik, bahasa, kreatifitas, sosial, bahkan spiritual. Dengan banyaknya dampak positif dalam mengikutsertakan anak-anak pada Pendidikan Anak Usia Dini pemerintah pun sangat mendukung adanya kegiatan yang berhubungan dengan Pendidikan Anak Usia Dini tersebut, diluar dari pendidikan dasar yang sudah diwajibkan oleh pemerintah.

Namun perlu kita ketahui jenis-jenis pendidikan apa saja yang baik diberikan kepada anak-anak dan mana juga yang tidak. Berhubung sudah sangat maraknya lembaga-lembaga atau instituti-institusi swasta yang menyediakan fasilitas pendidikan untuk anak-anak usia dini.

Berikut adalah menfaat-manfaat yang harus dimiliki oleh penyedia fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini agar dapat dinilai sebagai wadah Pendidikan Anak Usia Dini yang memenuhi standar:

  1. Mampu melihat minat dan bakat seorang anak

Pendidikan yang dianggap baik saat ini adalah jenis pendidikan yang tidak terpatok pada bahan pembelajaran formal yang hanya diambil dari buku pedoman, tetapi juga harus disesuaikan dengan minat dan bakat anak-anak. Misalnya, seorang anak lebih senang menyusun balok dibanding belajar berhitung, sedangkan untuk usianya anak tersebut sudah harus bisa berhitung. Maka tim pengajar harus dengan cermat mencari cara bagaimana anak tersebut bisa belajar angka sambil bermain balok. Misalnya dengan membantu anak menyusun gedung dari balok kemudian dihitung berapa banyak balok yang dibutuhkan untuk menyusun gedung tersebut, dan sebagainya.

  1. Mampu membangun karakter-karakter baik pada anak

Sebelum masuk ke dalam lembaga pendidikan sekolah, seorang anak cenderung bersifat individualis, kurang bisa bersosialisasi, ataupun berbagi. Dengan adanya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini anak-anak diharapkan dapat belajar bersosialisasi, berbagi, dan tidak lagi memiliki sifat mau menang sendiri. Pendidik harus memperlakukan semua anak sama dan sederajat apapun alasannya. Tidak boleh dipengaruhi oleh baik buruknya kelakuan anak.

  1. Mampu meningkatkan kreatifitas pada anak

Untuk meningkatkan kreatifitas seorang anak, pendidik harus lebih dulu memiliki pemikiran dan metode-metode pengajaran yang kreatif. Misalnya untuk mengajarkan alphabet kepada anak-anak guru dapat mengajarkan lagu-lagu yang berisi alphabet. Dengan begitu anak-anak dapat dengan mudah menghapal alphabet. Lalu metode pengajaran pun harus bervariasi dari hari ke hari mengingat bahwa anak-anak memiliki sifat dasar yang cepat bosan.

  1. Mampu meningkatkan rasa tanggungjawab pada anak

Pendidikan Anak Usia Dini yang baik harus dapat membiasakan anak-anak didiknya untuk dapat bertanggungjawab. Baik bertanggungjawab terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya. Misalnya dengan mengajarkan anak-anak untuk membereskan kembali alat-alat tulis ke dalam tempatnya setelah dipakai.

  1. Mampu meningkatkan sifat disiplin pada anak

Untuk menjadi pribadi-pribadi yang disiplin, anak-anak harus dibiasakan, bahkan terkadang harus dipaksakan mengingat kebiasaan berdisiplin sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan seseorang di masa depan. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengajarkan anak berdisiplin adalah dengan membangunkannya di jam yang sama setiap hari dan mengajaknya tidur di jam yang sama setiap hari. Untuk hal ini pendidik dapat berkomunikasi dengan orang tua dan mengajak orang tua untuk dapat bekerja sama demi kebaikan anak mereka.

  1. Mampu meningkatkan kemandirian pada anak

Para pendidik dalam lembaga pendidikan formal ataupun informal sudah dianggap sebagai orang tua kedua bagi anak-anak, mengingat bahwa sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan di sekolah, apalagi anak-anak yang memiliki orang tua yang bekerja. Dengan begitu para pendidik harus bisa mengajarkan kepada anak-anak didiknya untuk mandiri. Sehingga seiring berjalannya waktu, anak-anak tidak lagi mengandalkan orang tua atau orang lain untuk melakukan tugas-tugas kecil seperti memakai baju, memakai celana, memakai sepatu, dan sebagainya.

  1. Mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasi pada anak

Pada keluarga dimana kedua orang tua harus bekerja, biasanya anak-anak hanya dititipkan pada kakek, nenek, atau pengasuh mereka, serta dibelikan berbagai macam jenis mainan agar anak-anak tidak cepat bosan selama ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Cara ini dapat meningkatkan sifat individualisme pada anak dan susah berbagi. Dengan diikutsertakannya anak pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini anak-anak akan diajar untuk dapat saling berbagi dan bergantian dalam bermain.

  1. Mampu menumbuhkan rasa empati pada anak

Pada proses pembelajaran untuk bersosialisasi biasanya ada saja hal-hal yang dilakukan oleh anak-anak yang seharusnya tidak boleh. Misalnya memukul anak lain atau merebut barang dari anak lain sehingga menyebabkan anak tersebut menangis dan lain sebagainya. Pendidik sudah harus mengerti bagaimana cara mengatasi kejadian ini saat sewaktu-waktu terjadi. Pendidik sudah harus terlebih dahulu mengerti situasi yang terjadi. Siapa yang melakukan dan siapa yang menjadi korban. Kepada anak yang  melakukan pendidik harus mengajarkan bahwa kelakukan seperti itu tidak baik untuk dilakukan dan anak tersebut harus meminta maaf pada anak yang ia sakiti. Dan anak yang menjadi korban pun harus diajarkan untuk memaafkan. Dengan ini anak-anak dapat belajar untuk mengerti perasaan orang lain dan juga belajar mengatur perasaan sendiri. Misalnya saat ingin marah tapi tidak jadi karena orang yang melakukan sudah minta maaf, dan sebagainya.

Dengan penjabaran di atas kiranya orang tua sudah dapat mengetahui manfaat-manfaat yang harus diesediakan oleh sebuah lembaga pendidikan yang menyediakan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini, sehingga orang tua tidak salah dalam memilih lembaga pendidikan mana yang baik untuk anak dan mana yang tidak. Semoga kedepannya lembaga pendidikan dapat semakin meningkatkan kualitas jasa pendidik dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak demi menciptakan individu-individu yang kelak akan meningkat eksistensi dan kemajuan negara Indonesia tercinta.

Lab Komputer di Sekolah Dasar Desa Pinggiran

A Ahmad

Banyak sebagian sekolah dasar di kab. Bekasi kekurangan fasilitas penunjang seperti computer, alat peraga pendidikan, dll. Dan banyaknya juga masyarakat yang memilih anaknya untuk bekerja saja dibandingkan dengan sekolah karena keterbatasan biaya. Banyak dari mereka hanya bersekolah sampai tamat sekolah dasar saja. Guru-guru pun juga mengeluhkan kurangnya fasilitas penunjang pengajaran yang kurang dan banyaknya fasilitas di sekolah seperti lab computer, perpustakaan yang kurang ada di daerah Muara gembong kab. Bekasi.

Dan karena salah satu faktor tersebut. Para pengajar pun berputar otak untuk menyiapkan materi bahan ajar untuk anak-anak sekolah dasar. Salah satu yang terjadi pada SDN 4 Muara Gembong di kab. Bekasi setahun yang lalu. Banyak para pengajar mengeluhkan kurangnya fasilitas lab komputer, karena itu salah satu fasilitas yang penting dalam belajar mengajar, mengingat zaman modern saat ini sudah seharusnya murid kelas 3 sekolah dasar tersebut belajar tentang komputer. Seperti kata ibu Nuri, dia sangat mengeluhkan tidak adanya fasilitas lab komputer, karena beliau adalah seorang guru komputer mau tidak mau ia harus  berputar otak untuk mencari bahan ajar.

Dia pun meminta tolong kepada kepala sekolah untuk di buatkan lab komputer di sekolah tersebut, mengingat daerah tersebut tidak ada warnet, mau tidak mau harus dibuatkan lab komputer agar anak muridnya paham dan bisa mengoperasikan komputer dengan pandai dan bijak. Hingga menunggu kurang lebih 6 bulan lamanya, akhirnya bantuan dari pemerintah langsung di terima. Sebanyak 40 komputer bantuan dari pemerintah kab. Bekasi datang ke SDN 4 Muara Gembong, dan juga bupati Bekasi untuk meninjau langsung lokasi tersebut guna untuk mengembangkan SDN 4 Muara Gembong menjadi sekolah yang layak pakai dan menjadi sekolah bertaraf nasional

Salah satu fasilitas yang diberikan antara lain :

  • 40 Komputer

Komputer ini dibagikan atas dasar permintaan sekolah yang ingin sekali dibuatkan lab komputer

  • Poster-poster peraga alat sains

Poster peraga ini diberikan langsung secara khusus dari pemerintah kab. Bekasi untuk SDN 4 Muara Gembong

Banyak guru guru yang mengaku senang dengan hal ini. Ternyata pemerintah mau turun tangan untuk memberikan beberapa fasilitas yang sangat vital ini. Tak luput juga kegembiraan semua murid sekolah dasar tersebut atas pemberian bantuan fasilitas tersebut. Seperti yang diketahui daerah Muara Gembong merupakan daerah pesisir utara di kab. Bekasi. Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya untuk bertani, nelayan, dll. Dan daerah tersebut sering sekali dilanda banjir tiap tahunnya.

Maka dari itu daerah tersebut dianggap terisolir. Akses menuju kesana tersebut juga susah karena jalanannya yang rusak dan berbatu. Memang seharusnya pemerintah harus membenahi akses jalan. Sama halnya dengan keadaan akses jalan menuju rumah penulis. Walaupun hanya beda kecamatan namun soal akses jalan tak kunjung dibenahi. Sudah lebih hampir 6 tahun penulis tinggal akses jalan tak pernah di perbaiki, malah sekarang lebih parah kondisinya. Padahal daerah tempat penulis tinggal sudah padat penduduk.

Kembali lagi ke SDN 4 Muara Gembong. Bupati Bekasi menyampaikan pidato tentang pendidikan, memang kembali lagi seperti yang kita ketahui bahwa banyak masyarakat hanya bersekolah sampai SD saja karena keterbatasan uang. Maka dari itu bupati berpesan agar anak-anak harus bersekolah sampai tamat universitas agar semua keinginannya dapat tercapai. Semua warga sekolah antusias mendengar pidato tersebut. Banyak dari anak murid SDN 4 Muara Gembong yang ingin menjadi seorang polisi, TNI, dokter, dll. Dan mereka juga banyak yang ingin bersekolah setinggi tingginya agar mereka bisa membanggakan orang tua mereka kelak nanti

Lepas dari itu semua, bupati Bekasi berharap agar fasilitas yang diberikan dipakai semaksimal mungkin agar mereka dapat mengetahui secara materi dan praktek. Semua guru pun senang dan bangga, pada akhirnya mereka bisa leluasa mengajar dengan baik karena adanya alat peraga tersebut. Seperti ibu Nuri yang senang akhirnya ia bisa bebas mengajar tanpa perlu bersusah payah mengajarkan pelajaran komputer kepada murid kelas tiga sampai kelas enam SDN 4 Muara Gembong.

Ibu Nuri pun bercerita sedikit kepada penulis sebelum adanya fasilitas komputer tersebut. Ia mengajar dengan membawa laptop sendiri untuk alat mengajar. Karena ia berprofesi sebagai guru komputer, mau tidak mau ia harus membawa laptop sendiri dan mengajarkannya kepada anak murid tersebut. Ia mengajarkan dengan memanggil muridnya satu per satu untuk praktek mengetik. Memang ini hal yang sangat sulit untuk ibu Nuri mengingat dalam satu kelas, jumlah muridnya ada empat puluh sampai lima puluh orang. Dan ia hanya punya waktu 1 jam pelajaran.

Bisa dibayangkan betapa susahnya ia mengajar, sampai ia memohon kepada Allah SWT dalam shalatnya untuk dibangunnya fasilitas lab komputer. Dan kini ia senang bahwa permohonannya dikabulkan. Sekarang ia tidak sulit lagi untuk mengajarkan ilmu komputer.