Media Sosial Jadi Saksi Makin Lebarnya Kesenjangan Ekonomi Di Indonesia

Belakangan ini sering kita lihat baik di media sosial atau media massa lain, orang dengan bangganya mempertontonkan kelebihannya dalam hal ekonomi dengan bangganya. Contoh kasusnya adalah berita baru-baru ini yang dibuat oleh salah satu Pengacara terkenal yang memposting uang dalam jumlah yang banyak di dalam sebuah mobil. Uang ini menurut pengakuannya bisa didapatkan dengan hanya bekerja selama satu hari saja, menakjubkan bukan? Bagi sebagian orang hal ini tentunya membanggakan, namun di sisi lain banyak juga yang mencemooh perilaku ini.

media sosial

Perilaku ini memperlihatkan lebarnya jarang kesenjangan ekonomi pada masyarakat kita. Ada orang yang mampu menghasilkan ratusan juta hanya dalam beberapa jam saja, di lain sisi banyak juga orang yang harus membanting tulang seharian penuh hanya demi beberapa puluh ribu rupiah saja untuk menafkahi keluarga.

Menurut data statistik yang dikeluarkan oleh pemerintah, memang pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang terbaik di Asia Tenggara. Namun hal ini tidak tercermin langsung di masyarakat, buktinya lemahnya daya beli karena inflasi pada kelas ekonomi ke bawah yang kian hari kian menunjukkan hal yang bertolak belakang dengan data di atas. Memang hal ini kontras terlihat, tapi itulah kenyataan yang terjadi. Diperlukan sebuah penyelesaian yang mendasar agar jurang kesenjangan ekonomi ini perlahan mulai dikurangi lebarnya. Tingkat kriminalitas yang meningkat tajam, anak-anak yang putuh sekolah, jumlah pengangguran yang meningkat merupakan cerminan dari kesenjangan ekonomi dari sebuah negara. Pemerintah dalam hal ini harus cepat menyingkapi permasalahan yang sedang terjadi ini sebab bila dibiarkan akan menimbulkan dampak yang negatif di masyarakat.